Di dalam sebuah ruang kelas yang hangat, seorang guru yang terkenal ramah, tetapi juga sedikit berani, memulai hari dengan semangat. Ia menyatakan bahwa ia memerlukan keputusan terakhir, dan dengan segera, ia berani mengikuti suara hatinya. Ia mengatakan bahwa isterinya, tentu saja, tidak akan menyembunyikan apa pun. Ia pun menutup kelas dengan penuh kegembiraan, mengumumkan bahwa pertemuan tahun pertama akan diadakan di dewan olahraga.
Namun, di balik suasana kelas yang biasa, terdapat ketertarikan yang tidak biasa. Seorang pelajar yang terlihat cukup berani, menunjukkan perhatiannya terhadap guru itu, bahkan saat ia sedang mengajar. Ia menunjukkan keinginan yang jelas, dan guru itu pun mulai menunjukkan sisi lain dari dirinya — sisi yang penuh keberanian dan ketertarikan. Di antara mereka, terdapat permainan yang penuh keintiman, ketegangan, dan kegembiraan yang tak terlupakan.
Dari kegembiraan yang terlihat di kelas, terdengar suara-suara yang menunjukkan ketertarikan yang semakin memuncak. Ada permainan yang penuh kehangatan, ada permainan yang menunjukkan keberanian, dan ada pula permainan yang menunjukkan ketertarikan yang sangat dalam. Guru itu pun menunjukkan keberaniannya, bahkan saat ia sedang mengajar, ia tidak ragu untuk menunjukkan perasaannya.
Di tengah permainan yang penuh kehangatan, terdapat momen-momen yang memperkuat hubungan antara guru dan pelajar itu. Ia menunjukkan keberaniannya, dan pelajar itu pun menunjukkan kegembiraannya. Mereka saling memberi perhatian, saling menunjukkan keinginan, dan saling menunjukkan ketertarikan yang dalam. Di akhir, mereka pun berpisah dengan penuh kegembiraan, berjanji untuk bertemu kembali di masa depan.