Sejak tiga bulan tinggal di rumah mertuanya, hari ini adalah hari yang menantang bagi seorang wanita yang sedang menunggu hasil pemeriksaan. Ia mempercepat makan malam, karena tahu bahwa hari esok akan menjadi hari yang penuh ketegangan. Ia duduk di samping "Oyaji-san", ayah suaminya, seorang bekas ahli farmasi yang terus melakukan penelitian obat bahkan setelah pensiun. "Oyaji-san" selalu memberinya obat-obatan yang khusus, terkadang membuatnya merasa segar, terkadang pula membuatnya tergoda.
Ia menikmati kehangatan obat-obatan yang diberikan, tapi juga merasa sedikit khawatir. Suaminya akan masuk rumah sakit untuk pemeriksaan selama satu minggu, dan ia tahu bahwa "Oyaji-san" selalu ingin ia terus menikmati kehidupan yang penuh sensasi. "Oyaji-san" memang tak pernah lelah mengajaknya bermain, terutama dengan obat-obatan yang ia buat sendiri. Ia bahkan menyelipkan racikan obat ke dalam teh yang ia berikan. Obat-obatan itu membuatnya merasa segar, tapi juga membuatnya merasa lebih tergoda untuk terus menikmati setiap saat bersamanya.
Ketika "Oyaji-san" menawarkan teh yang telah dicampur racikan obatnya, ia merasakan sensasi yang mengalir dalam tubuhnya. Ia tahu bahwa ini adalah permainan yang terus berlangsung, permainan antara kehangatan dan ketegangan, antara keinginan dan kesetiaan. Dalam kehangatan ruangan dan aroma teh yang menggugah, ia merasa bahwa "Oyaji-san" tak pernah lelah untuk terus mengejarnya, bahkan ketika suaminya sedang menjalani pemeriksaan.
Permainan itu terus berlangsung, dan ia tahu, ia tak akan pernah bisa menolak "Oyaji-san", karena ia tahu, ini adalah permainan yang akan terus berlangsung, setiap hari.