Di dalam sebuah ruangan yang sunyi, seorang wanita berada di atas futon, tergeletak dengan tenang, matanya tertutup. Suara kaki kursi roda berdengung di sekelilingnya, mengiringi suara tawa yang lembut dan hangat. Ia membuka mata perlahan, melihat sosok lelaki yang duduk di sebelahnya, dengan senyum lembut yang terukir di wajahnya. "Kau datang lagi, onee-san," ujarnya, dengan nada yang penuh kasih sayang.
Wanita itu mengangguk, sedikit mengedipkan mata, sambil menghela napas. "Aku memang selalu kembali ke sini, senpai. Kau selalu menunggu aku." Suara tawa lembut itu kembali mengalun, memperkuat kehangatan yang tercipta antara mereka berdua.
Kursi roda bergerak perlahan, menghampiri futon tempat wanita itu berbaring. Lelaki itu melihat ke arahnya dengan tatapan penuh kehangatan, lalu mengambil tangan wanita itu, memegangnya dengan lembut. "Kau selalu membuatku merasa seperti di dalam sebuah manga, onee-san. Seperti dalam sebuah anime yang penuh dengan kejutan dan keindahan."
Wanita itu tertawa, sedikit mengedipkan mata. "Kau selalu membawaku ke dalam dunia yang penuh dengan imajinasi, senpai." Suara tawa mereka berpadu, mengisi ruangan yang sunyi dengan kehangatan dan keintiman yang membara.
Kemudian, lelaki itu bergerak perlahan, mendekat ke arah wanita itu. Ia memeluknya, menghela napas dalam, sementara wanita itu mengedipkan mata, menutup mata perlahan, menikmati momen kehangatan yang tercipta. Di dalam ruangan itu, keintiman mereka terasa begitu nyata, seperti dalam sebuah kisah yang penuh dengan kejutan dan keindahan.