Seorang lelaki yang menderita ketakutan terhadap orang ramai, hidup sebagai seorang yang mengasingkan diri, tidak mampu bekerja dan tidak pernah keluar dari rumah. Hidupnya hanya dipenuhi oleh kehadiran adik perempuannya, Yuka, yang menjadi objek keinginan seksualnya. Setiap hari, dia memuaskan keinginan seksualnya melalui hubungan yang mesra dan erotik dengan adiknya. Tapi kehidupan itu mulai berubah ketika Yuka mendapat seorang kekasih, seorang lelaki bernama Dome-kun yang datang ke rumah mereka.
Yuka memberitahu adiknya, "Saya hanya punya kamu, Kakak. Tapi kalau kamu tak mahu, saya tak kecewa." Namun, kehadiran Dome-kun membuat adik perempuannya semakin bersemangat, dan dia pun meminta Kakak untuk tetap memberinya kepuasan. "Kalau kamu mahu, saya juga mahu. Jangan takut, Kakak. Saya tetap akan memberi kepuasan yang terbaik untuk kamu."
Tension meningkat ketika Yuka meminta Kakak untuk menunjukkan kekuatannya, memuaskan keinginan seksualnya secara intens. Kakak berusaha memuaskan adiknya, tapi kehadiran Dome-kun membuatnya sedikit bingung dan tertarik. Yuka terus memberinya kepuasan, memastikan Kakak tetap merasa puas meskipun ada kehadiran kekasih barunya.
Ketika Dome-kun tiba, Yuka memperkenalkannya kepada Kakak, "Ini Dome-kun, kekasih saya." Kakak sedikit gugup, tapi dia tetap tenang. Dia tahu, kehadiran Dome-kun mungkin akan mengubah kehidupannya, tapi dia juga tahu, dia akan terus menikmati kepuasan seksual yang diberikan Yuka.
Dan ketika mereka selesai, Kakak merasa bahwa hubungan antara dia dan Yuka akan terus berlangsung, meskipun ada kehadiran Dome-kun. Tapi dia juga merasakan, bahwa kehidupannya sedikit berubah, dan keinginan seksualnya semakin kuat.