Sinji dan Arina sedang menikmati malam yang hangat di sebuah kafe yang cukup luas, tempat mereka biasa berkumpul. Arina mempersiapkan makanan yang lezat, sementara Sinji merasa senang dan sedikit terharu dengan kejutan yang diberikan. Namun, Sinji juga sedikit kikuk karena baru saja mengalami kekalahan dalam hubungannya. Arina mengerti perasaan Sinji dan memilih untuk tidak menyebutkan kegagalannya, agar Sinji bisa menikmati malam ini tanpa beban.
Sinji dan Arina bersenang-senang, menikmati makanan dan minuman, sementara mereka berbicara tentang kehidupan sehari-hari dan kenangan masa lalu. Arina juga menyebutkan tentang kebiasaan baru Sinji, yang kini sering menghabiskan waktu di rumah bersama seseorang yang berusia lebih muda. Sinji tertawa dan mengakui bahwa ia memang sedikit lelah, tetapi tetap bersyukur bisa bersama Arina.
Tak lama kemudian, suasana menjadi lebih intim. Arina dan Sinji saling melirik, dan perasaan antara mereka mulai memanas. Arina menunjukkan kehangatan dan ketertarikan yang ia rasakan, sementara Sinji sedikit gugup namun tetap menikmati momen itu. Mereka berbicara, tertawa, dan akhirnya, hubungan mereka semakin dekat, hingga akhirnya Sinji merasakan kehangatan yang menyebar dari dalam dirinya.
Di akhir malam, mereka berpisah dengan rasa syukur, tetapi dengan harapan untuk bertemu kembali. Arina berjanji akan kembali menemui Sinji, sementara Sinji juga berharap bisa mengulangi malam seperti ini lagi. Mereka berpamitan, dan sinji kembali ke rumah, dengan hati yang penuh kebahagiaan.