Di sebuah apartmen yang agak berantakan, seorang lelaki yang terkena pemutusan kerja dan kini hidup sebagai niét, sedang berbaring di atas futonnya, kecewa dan letih. Ia terkejut apabila kawan karibnya, Mi-na-chan, tiba-tiba muncul di depannya. Mi-na-chan, yang kini tampil lebih dewasa dan bersemangat, memperkenalkan dirinya dengan penuh keceriaan, membuat suasana jadi lebih hidup. Ia juga dibantu oleh ibunya, yang tampaknya cukup akrab dengan Mi-na-chan.
Perkembangan hubungan antara mereka pun semakin menarik apabila Mi-na-chan mengajaknya bermain, menunjukkan keceriaannya, dan melibatkan ibu lelaki itu dalam percakapan mereka. Ia juga menunjukkan kecerdasannya dengan mengejek dan mempermainkan lelaki itu, mengakibatkan suasana yang penuh kegembiraan dan sedikit ketegangan. Mi-na-chan juga menunjukkan keindahan dirinya, dengan kulit yang putih dan mata yang menarik, serta keceriaannya yang terus bertambah.
Ketegangan berubah menjadi kehangatan apabila mereka bermain bersama, dan Mi-na-chan pun mulai menunjukkan perhatiannya secara lebih dekat. Ia memperkenalkan lelaki itu pada dunia baru, menunjukkan keceriaannya, kecerdasannya, dan kehangatan hubungan yang terjalin antara mereka. Ia juga menunjukkan keceriaannya dengan melibatkan ibu lelaki itu, menciptakan suasana yang penuh kehangatan dan ketertarikan.
Akhirnya, lelaki itu pun terbawa oleh permainan Mi-na-chan, yang terus memperlihatkan keceriaannya, kecerdasannya, dan kehangatan hubungan yang terjalin antara mereka. Ia pun terbawa oleh kehangatan suasana, dan ketegangan yang tadi terasa pun berubah menjadi keceriaan yang mengisi ruangan. Ia pun merasa senang, karena Mi-na-chan dan ibunya telah memberikan keceriaan yang tidak terlupakan.