Hari ini, seperti biasa, dia merasakan pandangan-pandangan yang memperhatikan daripada orang-orang dewasa. Pandangan itu hangat, tetapi juga mengganggu. Setiap kali dia memakai uniform sekolah, dia merasa hari semakin tidak menarik. Dia memandang ke arah seseorang, tiba-tiba ingin pulang. Dia tidak mungkin memberitahu siapa pun tentang perasaannya ini. Walaupun dia telah bertukar waktu dan kereta, dia tetap tidak ingin menaiki kereta. Dia ingin segera melupakan kejadian semalam.
"Berhentilah," dia berdoa. "Selamat malam." Tetapi dia tahu, dia tidak akan berhenti begitu saja. Dia merasa sedikit tertarik, dan perlahan-lahan, dia mulai mengikuti arus perasaan itu. Dia tidak lagi menolak. Dia merasa sedikit terkejut ketika dia melihat ke arah seseorang yang dikenalnya, dan dia menyedari, dia sekarang sedikit lebih berani.
Pada pagi hari, dia terbangun, merasa segar. Dia mengucapkan terima kasih. Dia merasa bahagia. Tapi dia tahu, hari ini, dia akan bertemu dengan orang yang membuatnya merasa seperti ini. Dia sudah menunggu di tempat yang sama seperti biasa, dan perasaan itu semakin membara.
Di sekolah, dia merasa seperti sedang diperhatikan. Tapi dia tidak peduli. Dia tahu, dia sedang berada di tempat yang tepat. Dia merasa tertarik, dan perlahan-lahan, dia mulai mengikuti arus perasaan itu. Dia tidak lagi menolak. Dia merasa sedikit terkejut ketika dia melihat ke arah seseorang yang dikenalnya, dan dia menyedari, dia sekarang sedikit lebih berani.
Dia memakai pakaian yang membuatnya merasa nyaman. Dia merasa bahagia. Tapi dia tahu, hari ini, dia akan bertemu dengan orang yang membuatnya merasa seperti ini. Dia sudah menunggu di tempat yang sama seperti biasa, dan perasaan itu semakin membara.