Sejak beberapa bulan yang lalu, Namiko selalu melalui jalan yang sama setiap hari—melewati bangunan perpustakaan, B-dan, tempat dia menghabiskan waktu luangnya. Perpustakaan itu menjadi tempat favoritnya, meskipun tidak terlalu nyaman. Di sana, dia pertama kali berbicara dengan Akemi-san, seorang anggota komite perpustakaan yang selalu berada di sana. Awalnya, Akemi-san terlihat dingin dan tidak banyak bicara. Namun, setelah beberapa kali berbicara, mereka mulai membangun hubungan yang perlahan.
Akemi-san selalu di perpustakaan, karena tugasnya di komite perpustakaan. Meskipun begitu, dia tidak terlalu menyukai tugas itu. Namiko pernah mencoba menghibur dia, tapi Akemi-san tetap terlihat dingin. Namun, ketika Namiko menyebutkan tentang buku yang dia baca, Akemi-san tiba-tiba menunjukkan antusiasme. Mereka mulai berbicara lebih banyak, dan hubungan mereka pun mulai berkembang.
Suatu hari, setelah selesai makan siang, Namiko kembali ke perpustakaan. Akemi-san sedang menunggu dia. Mereka berbicara tentang buku yang baru saja dibaca. Akemi-san pun mulai menunjukkan perhatian yang lebih besar. Perlahan-lahan, mereka membangun hubungan yang semakin intim.
Di perpustakaan, mereka tidak hanya berbicara tentang buku, tapi juga tentang perasaan mereka satu sama lain. Akemi-san mulai menunjukkan sisi yang lebih hangat, meskipun tetap terlihat dingin. Namiko pun semakin tertarik. Setiap kali mereka bertemu, mereka selalu merasakan kehangatan yang muncul dari perasaan mereka.
Akhirnya, mereka memutuskan untuk menjalani hubungan yang lebih dekat. Di perpustakaan, mereka tidak hanya berbicara, tapi juga menikmati momen-momen intim yang membuat mereka merasa bahagia. Akemi-san pun mulai menunjukkan perhatian yang lebih besar, meskipun tetap terlihat dingin. Namiko pun semakin tertarik, dan hubungan mereka pun semakin berkembang.