Hari ini seperti biasa, dia terasa lelah. Tapi dia tidak menyalahkan siapa pun, kerana dia tahu, keadaan seperti ini memang biasa terjadi. "Tadi, terima kasih kerana beristirehat dengan tenang," ujarnya, sambil menatap ke arah seorang lelaki yang dikenalinya sebagai "Oyaji-san". Mereka berada di dalam sebuah kereta yang sedang meluncur, suara bising dari dalam kereta menyebarkan kegembiraan yang tidak terkira. Suara Oyaji-san yang terdengar jelas dalam kereta itu memperkuat kegembiraan mereka, membuat dia merasa bahagia.
Dalam perjalanan itu, dia juga mengingat kembali perbincangan mereka sebelumnya. Mereka berbicara tentang kehidupan, tentang masa depan, tentang perasaan yang tersembunyi. Tapi dalam kegembiraan itu, dia juga merasa sedikit gugup. Dia tahu, mereka akan bertemu lagi segera. Dia tidak tahu apa yang akan terjadi, tapi dia merasa, ini akan menjadi momen yang tak terlupakan.
Dalam perjalanan itu, dia melihat pemandangan yang indah, terutama ketika mereka berada di arah Osaka. Dia teringat kembali tentang masa lalunya, tentang perasaan yang tersembunyi di balik senyuman mereka. "Aku rasa, kita akan bertemu lagi," pikirnya, sambil menghirup udara segar yang masuk dari jendela kereta.
Dalam perjalanan itu, dia juga merasa seperti sedang berada dalam sebuah mimpi, mimpi yang indah dan tak terlupakan. Dia tahu, ini hanya permulaan dari segalanya. "Aku tak sabar untuk bertemu lagi," ujarnya, sambil menutup mata, membiarkan dirinya terbawa oleh alur perjalanan dan kegembiraan yang tak terkira.