Dalam sebuah rumah tangga yang penuh kehangatan, kisah cinta, harapan, dan ketegangan sedang berlangsung. Ibu yang baru menikah selama dua tahun, dengan seorang anak, terus bekerja sebagai staf di perusahaan suaminya. Suaminya, seorang pengusaha, seringkali terjebak dalam tuntutan pekerjaan, sementara sang ibu pun masih aktif bekerja tiga hari dalam seminggu. Di tengah kesibukan mereka, ada satu orang yang selalu menjadi perhatian: TaKto-kun, anak dari suami yang sebelumnya menikah, yang sekarang tinggal bersama mereka.
TaKto-kun hampir berusia 25 tahun, tetapi sejak gagal dalam ujian masuk sekolah, ia tidak pernah bisa bekerja. Ia selalu tinggal di kamarnya, tidak pernah keluar, dan hanya sekadar melihat lowongan pekerjaan dari internet. Namun, meskipun begitu, ia tetap memberikan perhatian dan dukungan kepada ibu dari suaminya, yang ia panggil “Ibu”. Ia pun terus berusaha untuk mencari pekerjaan, meskipun ia seringkali ragu dan tidak percaya diri.
Sementara itu, sang ibu pun tidak menyadari bahwa TaKto-kun memiliki perasaan yang lebih dalam terhadap dirinya. Perlahan-lahan, ia mulai merasakan ketertarikan yang semakin membesar. Pada suatu hari, ketika ia sedang bersiap untuk pergi ke kantor, TaKto-kun memanggilnya ke kamarnya. Di sana, hubungan antara mereka mulai berubah. Dari perhatian yang biasa, mereka menjadi lebih dekat, dan perlahan-lahan, hubungan mereka beralih ke sesuatu yang lebih intens.
Dari kamar ke kamar, dari satu perhatian ke satu ketertarikan, hubungan antara sang ibu dan TaKto-kun terus berkembang. Dari perlahan hingga penuh ketegangan, mereka menghadapi perasaan yang mungkin tidak bisa terwujud. Namun, meskipun begitu, sang ibu tetap berusaha memberikan dukungan penuh kepada TaKto-kun, yang akhirnya berhasil menemukan pekerjaan di sebuah perusahaan lokal. Dari kegagalan hingga keberhasilan, kisah hubungan yang tidak terduga ini menjadi bagian dari kehidupan mereka yang penuh perubahan dan harapan.