Di dalam sebuah ruang yang tenang, seorang wanita menghela nafas, rasa sedih dan kekecewaan terlihat jelas di wajahnya. Ia menatap ke arah lelaki yang ia cintai, tapi lelaki itu tidak kembali seperti biasa. Ia hanya duduk di sebelahnya, diam, tidak berkata apa-apa. Ia tahu lelaki itu sedang sibuk, tapi rasa kekecewaan itu muncul kembali. Ia memutuskan untuk menghabiskan malamnya sendirian, menikmati kesendirian yang ia rasakan.
Di dalam rumahnya, ia menghabiskan waktu bersama dirinya sendiri. Ia memasak, menikmati hidangan yang ia buat, dan berusaha melupakan kekecewaan yang dirasakannya. Tapi rasa sedih itu tidak hilang begitu saja. Ia mengingat kembali perjumpaan mereka, senyum lelaki itu, dan kehangatan yang mereka rasakan bersama. Ia berusaha untuk bersikap tenang, tapi hatinya masih merindukan kehangatan itu.
Kemudian, ia memutuskan untuk beristirahat. Ia berbaring di atas futon, menutup mata, dan berusaha untuk tidur. Tapi dalam tidurnya, ia masih merasakan kehangatan itu, masih merindukan kehadiran lelaki itu. Ia berharap, suatu hari nanti, lelaki itu akan kembali kepadanya, seperti biasa.
Dalam tidur lembutnya, ia merasakan kehangatan yang datang dari dalam hatinya, kehangatan yang ia harapkan akan kembali kepadanya. Ia berharap, suatu hari nanti, ia akan kembali merasakan kehangatan itu, seperti dulu.