Di sebuah apartmen yang penuh dengan aroma masakan, Aein-chan sedang sibuk membuat takoyaki sementara Co Nan-san dan orang tua mereka bersiap untuk pulang. Suasana hangat dan santai, namun ada sedikit ketegangan antara Aein-chan dan adik perempuannya, yang sedang berusaha menyelesaikan urusan dengan kekasihnya, Shinji. Ia mengatakan bahwa mereka sudah putus, tetapi masih ada perasaan yang tak bisa sepenuhnya dihilangkan.
Takoyaki yang dibuat Aein-chan terlihat lezat, tetapi ia juga sedang merasa sedikit tertekan karena hubungannya dengan Shinji terasa sedikit renggang. Ia merasa bahwa Shinji sedang fokus pada kekasih barunya, seorang senpai dari sekolahnya. Aein-chan pun merasa sedikit cemburu, tetapi ia tetap berusaha menjaga hubungan baik antara mereka.
Ketika Co Nan-san tiba, suasana semakin hangat. Ia memperkenalkan diri dan mulai bercanda dengan Aein-chan, membuat suasana menjadi sedikit lebih santai. Namun, ketegangan antara Aein-chan dan Shinji tetap terasa, terutama ketika ia menyatakan bahwa ia masih menyukai Shinji, meskipun mereka sudah putus.
Malam berlalu, dan Aein-chan mengundurkan diri dari hubungan dengan Shinji, dengan harapan bahwa mereka bisa kembali bersama. Namun, di akhir malam, ia merasa sedikit tergoda oleh Co Nan-san, yang menunjukkan perhatiannya dengan cara yang menarik. Ia pun terjebak dalam perasaan yang beragam, antara keinginan untuk kembali dengan Shinji, dan kegembiraan atas kehadiran Co Nan-san.
Dengan suasana yang hangat dan penuh perasaan, Aein-chan pun memutuskan untuk menikmati malam ini dengan cara yang paling menyenangkan. Ia tahu bahwa hari esok akan membawa kejutan baru, tetapi untuk saat ini, ia hanya ingin menikmati momen ini bersama orang-orang yang ia cintai.