Di dalam sebuah bilik yang lembut diterangi lampu, suasana yang hangat dan penuh kesedapan mengalir. Seorang wanita yang terlihat lelah tetapi penuh kepuasan berbaring di atas futon, sambil memandang seseorang yang berdiri di sebelahnya. "Kagakii, arigatou gozaimashita. Arigatou gozaimashita," katanya, suaranya lembut dan penuh kepuasan. Ia merasakan kehangatan yang masih menyelimuti dirinya, dan dengan perlahan, ia menghela napas panjang.
Di seberangnya, seorang lelaki yang terlihat sedikit kewalahan tetapi masih penuh semangat, menghela napas dan mengatakan, "Chen, Chen, okei." Ia memandang wanita itu dengan senyuman lembut, seakan masih teringat akan setiap detik kehangatan yang mereka lalui. "Happy Chenpon," katanya, sambil menghela napas lega.
Dari kejauhan, terdengar suara lembut seorang wanita lain, "Kamachi, kagakii, suki. Tachite, tachite. Oppai suki." Suaranya penuh kepuasan dan sedikit mengejutkan. Ia melihat ke arah lelaki itu, dengan senyum yang penuh makna. "Aa, aa," katanya, seakan masih teringat akan kehangatan yang mereka lalui.
Dalam suasana yang hangat dan penuh kesedapan, mereka berdua berbaring di atas futon, menikmati keheningan yang menyelimuti mereka. "Oyasuminasai," ujar wanita itu lembut, sementara lelaki itu hanya mengangguk, dengan senyum yang penuh makna. Mereka menikmati keheningan yang menyelimuti mereka, dalam kehangatan yang masih terasa. "Kagakii," ujar wanita itu lagi, sambil menghela napas lega. Ia tahu, mereka akan bertemu lagi segera.