Yuuya, seorang lelaki muda yang telah mengasingkan diri selama beberapa tahun, memperlihatkan kehidupan yang tidak teratur dan tidak pasti. Setiap hari, ia menghabiskan waktunya di dalam biliknya, sedangkan istrinya, yang juga ibunya, terus berusaha menghidupkan semangatnya untuk bangkit kembali. Ia sering kali tidak muncul, tetapi setiap bulan ia masih keluar untuk berjalan-jalan atau sekadar melepas rindu dengan dunia luar.
Namun, ketenangan itu terganggu ketika ibunya menemukan beberapa pakaian dalam hilang. Ia mulai memperhatikan keanehan-keanehan seperti itu, dan akhirnya, ia menemukan kebenaran yang mengejutkan: pakaian dalam itu adalah miliknya sendiri. Ia pun memanggil Yuuya dan memulai dialog yang penuh makna, sekaligus memulai sebuah hubungan yang tak terduga antara seorang ibu dan anak lelakinya.
Dalam percakapan itu, ibunya menunjukkan kepedulian dan keinginan untuk membantunya bangkit kembali. Ia meminta Yuuya untuk menunjukkan keinginan dan perhatiannya terhadap wanita, sebagai langkah awal untuk kembali ke dunia luar. Ia pun memperkenalkan pakaian dalam yang ia pilihkan, dan hubungan mereka pun berubah menjadi sesuatu yang lebih intim.
Dari situ, hubungan mereka terus berkembang, penuh dengan kehangatan, kegembiraan, dan ketegangan. Ibu dan anak terus bermain, saling memberi kejutan, dan akhirnya, mereka menikmati momen-momen yang terasa penuh makna dan keintiman. Ibu yang sebelumnya terlihat kuat dan tenang, kini juga menunjukkan sisi yang lebih perempuan, sementara Yuuya pun menemukan kekuatan dan semangat baru untuk bangkit kembali. Dengan perlahan, ia pun mulai bergerak dari kehidupan yang kaku dan tertutup, menuju dunia yang lebih luas.